Tanjab Barat, Hajarnews.com – Baru beberapa bulan sejak selesai dibangun, tanggul di Sungai Landak yang diharapkan dapat menahan luapan air sungai agar tidak merendam perkebunan warga kini mengalami kerusakan. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat, Selasa (18/02/25).
Berdasarkan pantauan di lapangan, tanggul yang dibangun tampak mengalami longsor pada beberapa titik. Tanah yang digunakan untuk tanggul diduga tidak padat sehingga mudah terkikis.
Sejumlah warga yang ditemui mengaku tidak mengetahui detail proyek ini, baik dari segi anggaran maupun pelaksanaannya.
“Kami tidak tahu soal proyek ini. Tahu-tahu pekerjaan sudah selesai,” ujar seorang warga.
Saat ditanya mengenai waktu pengerjaan, warga memperkirakan tanggul ini selesai sekitar tiga bulan lalu, pada tahun 2024. Mengenai panjang tanggul, warga juga tidak mengetahui secara pasti, namun menyebut proyek tersebut membentang dari Parit 8 hingga Parit 9.
Mengenai sumber dana, warga menduga proyek ini menggunakan dana desa. Namun, tidak ada informasi resmi yang bisa dikonfirmasi.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Sungai Landak belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait transparansi dan kualitas pembangunan infrastruktur di desa mereka. Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk memastikan apakah ada penyimpangan dalam proyek ini. (*)