Diduga “Mark Up”, Ini Komentar Netizen Soal Proyek Normalisasi DD Mekar Tanjung

Tanjab Barat, Hajarnews.com – Anggaran proyek normalisasi parit di Desa Mekar Tanjung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Provinsi Jambi, yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2024, kini menjadi sorotan. Proyek senilai lebih dari Rp 400 juta itu diduga mengalami markup (penggelembungan anggaran), memicu beragam komentar dari netizen.

Salah satu netizen menyoroti biaya proyek yang dianggap terlalu besar. “Kalau cuci parit sepanjang 3.700 meter itu pakai long arm, dana Rp 250 juta sudah cukup untuk biaya sewa alat dan lainnya,” tulis seorang netizen di kolom komentar berita yang dibagikan rekan media.

Bacaan Lainnya

Selain itu, ada juga netizen yang mempertanyakan transparansi pengadaan proyek tersebut. “Kalau dana segitu, coba cek tata cara pengadaan barang/jasa-nya sesuai atau tidak dengan aturan LKPP penggunaan Dana Desa. Apalagi kalau pihak ketiganya dari luar provinsi,” tulis netizen lainnya.

Sementara itu, beberapa sumber yang enggan disebutkan namanya, yang memiliki pengalaman di dunia konstruksi, juga mengomentari dugaan keuntungan besar dalam proyek ini. “Namanya pekerjaan normalisasi parit, tanggul, dan tebas bayang itu jelas untungnya besar. Soalnya pekerjaan ini tidak menggunakan bahan material, hanya alat, BBM, dan gaji operator saja,” ujarnya.

Sebagai gambaran, sumber tersebut mencontohkan pekerjaan tebas bayang dengan anggaran Rp 35 juta bisa menghasilkan keuntungan hingga separuhnya. “Tak ubahnya dengan pekerjaan normalisasi ini, begitu lah kira-kiranya,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Mekar Tanjung belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan markup anggaran proyek normalisasi tersebut.  (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *