Tanjab Barat, Hajarnews.com – Kerusakan tanggul yang dibangun menggunakan Dana Desa (DD) di Desa Tanjung Senjulang, Kecamatan Bram Itam, terus menjadi sorotan publik. Meski telah dilakukan perbaikan, metode yang digunakan memicu kritik lantaran hanya dilakukan secara manual tanpa alat berat, yang dinilai tidak efektif untuk menjamin kekuatan tanggul di masa depan.
“Pakai alat berat saja rusak, apalagi kalau hanya diperbaiki secara manual. Seharusnya perbaikan dilakukan kembali dengan alat berat agar hasilnya lebih kuat, dananya kan ada,” ujar beberapa pihak yang prihatin dengan kondisi tanggul yang rusak meski belum lama selesai dikerjakan, Kamis (23/01/25).
Sejumlah pihak mendesak Inspektorat Kabupaten Tanjab Barat untuk melakukan audit mendalam terhadap proyek tersebut. Diduga ada kejanggalan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, yang menyebabkan hasil pembangunan tidak sesuai harapan.
“Inspektorat harus lebih selektif dan tegas dalam melakukan pengawasan. Jangan sampai ada kesan pembiaran atas kualitas pekerjaan yang buruk ini,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Inspektorat Kabupaten Tanjab Barat belum memberikan tanggapan terkait permintaan audit ini. Camat Bram Itam, yang sebelumnya menyatakan akan meninjau langsung lokasi tanggul yang rusak, juga belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui telepon kepada camat belum mendapat respons.
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat setempat terkait kelanjutan perbaikan tanggul yang dianggap vital bagi desa mereka. Banyak pihak berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini demi kepentingan warga Desa Tanjung Senjulang.
Tanggul tersebut merupakan infrastruktur penting untuk mencegah banjir dan erosi di wilayah tersebut. Kerusakan yang terjadi, jika tidak segera ditangani dengan baik, dikhawatirkan dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat. (Dn/*)