Kualatungkal, Hajarnews.com– Kanopi di atas trotoar Pasar Parit Satu Kualatungkal ambruk pada Senin (13/01), meski baru dibangun kurang dari lima tahun lalu. Penyebab pasti kejadian ini belum diketahui, namun informasi sementara menyebutkan bahwa angin kencang menjadi salah satu faktor utama.
Menurut keterangan seorang warga, angin kencang pada Minggu malam menjadi pemicu ambruknya kanopi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. “Malam Minggu kemarin angin cukup kuat sehingga atap kanopi ambruk,” ujarnya.
Warga juga menyoroti bahwa ini adalah kali kedua kanopi di lokasi tersebut ambruk, setelah sebelumnya pernah terjadi insiden serupa. Mereka berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh dengan memastikan konstruksi lebih kuat agar kejadian serupa tidak terulang.
Dari pantauan media dilokasi terlihat material besi yang digunakan keropos akibat karat, dan kualitas coran pondasi yang rusak menimbulkan dugaan rendahnya mutu pengerjaan proyek. Selain itu, seringnya kanopi disenggol kendaraan besar, seperti truk pengangkut material, juga disebut sebagai salah satu penyebab kerusakan struktur.
Terpisah menurut keterangan Ketua RT 01 dan 04 saat diwawancarai dilokasi mengatakan bahwa kerusakan konopy tersebut telah berlangsung lama dan pernah beberapa kali dilaporkan.
“Sering disenggol mobil. Kami sudah melaporkan hal ini berkali-kali ke Dinas Perkim dan PUPR, tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan,” ujar Ketua RT 01 dan RT 04 Kelurahan Tungkal Harapan.
Proyek pembangunan kanopi ini diketahui menyedot anggaran hingga ratusan juta rupiah dari APBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Namun, kualitas konstruksi yang dipertanyakan membuat masyarakat kecewa. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) belum memberikan tanggapan resmi.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera mengklarifikasi pihak yang bertanggung jawab atas pemeliharaan kanopi tersebut. Mereka juga meminta perbaikan segera dilakukan dengan memastikan standar mutu yang lebih baik demi keselamatan masyarakat di sekitar pasar.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan pengawasan dalam pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur publik. (*)