Tanjab Barat, Hajarnews.com – Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Semau, yang dibangun dengan dana APBN senilai miliaran rupiah pada tahun 2019, kini mangkrak dan tidak dapat dinikmati oleh masyarakat. Hingga tahun 2025, fasilitas tersebut belum berfungsi sebagaimana mestinya, meninggalkan warga tanpa akses air bersih.
Warga Desa Semau mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap proyek yang seharusnya membantu memenuhi kebutuhan air bersih. Menurut mereka, Pamsimas ini sempat diuji coba setelah selesai dibangun, namun setelah itu tidak pernah lagi berfungsi.
“Seingat kami, awalnya sempat hidup saat uji coba, tapi setelah itu mati total. Sampai sekarang, kami tidak pernah mendapatkan air bersih dari Pamsimas ini,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam, mengingat anggaran besar yang digelontorkan untuk proyek tersebut. Warga juga menyesalkan kurangnya perhatian dari pihak berwenang terhadap proyek yang terbengkalai ini.
“Sangat disayangkan, anggaran besar sudah dikeluarkan, tapi kualitasnya tidak ada. Tidak pernah ada perbaikan atau upaya untuk menghidupkan kembali proyek ini,” tambah warga lainnya.
Hasil pantauan di lokasi menunjukkan bahwa bangunan Pamsimas masih berdiri, tetapi peralatan yang ada tampak terbengkalai. Bak penampungan air pun kosong, menandakan bahwa sistem tidak beroperasi.
Sementara itu, Ketua RT setempat membenarkan kondisi tersebut. “Memang benar, sejak selesai dibangun pada 2019, Pamsimas ini tidak pernah berfungsi sama sekali,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan mengenai siapa kontraktor pelaksana proyek tersebut. Tidak hanya merugikan keuangan negara, proyek ini juga merugikan masyarakat yang seharusnya mendapat manfaat dari fasilitas air bersih. Pihak desa pun belum memberikan keterangan terkait nasib proyek ini ke depannya.
Tim Media akan terus mengawal perkembangan kasus ini. (*)