Tanjab Barat, Hajarnews.com – Polemik terkait pembangunan tanggul di Desa Tanjung Senjulang, Kecamatan Bram Itam, kembali memanas. Pasalnya, informasi terbaru menyebutkan bahwa proyek tanggul yang dibiayai Dana Desa (DD) tahun 2024 lalu menghabiskan anggaran hingga Rp 375 juta. Namun, minimnya transparansi menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.
Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa besaran anggaran tersebut diketahui melalui informasi warga sekitar. Namun, ia menyesalkan tidak adanya papan informasi proyek di lokasi.
“Kurang lebih Rp 375 juta lebih dana yang digunakan untuk pembangunan tanggul. Tapi, sulit untuk memastikan karena nggak ada papan informasi proyek yang dipasang,” ujar sumber tersebut, Sabtu (27/01/25).
Ia juga mempertanyakan ketentuan hukum terkait papan informasi. “Bukankah papan informasi wajib dipasang, Bang? Kalau ada papan itu, masyarakat bisa ikut mengawasi. Hasilnya pun pasti lebih transparan dan berkualitas,” tambahnya.
Ironisnya, Kepala Desa Tanjung Senjulang yang dikonfirmasi sebelumnya mengaku lupa berapa besar anggaran yang dialokasikan untuk proyek tersebut.
“Lupa saya berapa dananya,” katanya singkat saat dihubungi melalui telepon beberapa hari lalu.
Camat Bram Itam, yang sebelumnya berjanji akan mengecek langsung lokasi proyek, hingga kini juga terkesan bungkam saat dikonfirmasi kembali oleh media. Pihak Inspektorat pun belum memberikan pernyataan terkait isu ini, meskipun telah dihubungi.
Masyarakat berharap adanya tindak lanjut dari pihak berwenang untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana Desa. Pasalnya, proyek sebesar ini seharusnya dapat diawasi oleh semua pihak agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
Hingga berita ini diturunkan, pertanyaan seputar transparansi dan akuntabilitas dalam proyek pembangunan tanggul Desa Tanjung Senjulang masih menggantung tanpa jawaban yang jelas. (*)