Tanjab Barat, Hajarnews.com – Kepala Desa Sungai Landak, Taslim, memberikan penjelasan terkait pembangunan tanggul yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2024. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan proyek telah mengikuti aturan yang berlaku sesuai dengan Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.
“Sebelum pekerjaan dimulai, kami sudah menjalankan tahapan sesuai aturan, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan. Proses Musrenbang juga sudah dilakukan dari tingkat RT, kecamatan, hingga kabupaten,” ujar Taslim saat dihubungi melalui telepon, Rabu (19/02/25).
Menanggapi adanya warga yang tidak mengetahui detail kegiatan dan anggaran proyek ini, Taslim menyatakan bahwa hal tersebut wajar karena tidak semua warga terlibat langsung. “Namun, sudah ada perwakilan dari tokoh-tokoh masyarakat yang turut serta dalam perencanaan,” jelasnya.
Taslim juga menanggapi adanya laporan kerusakan pada sebagian tanggul yang baru dibangun. Ia memastikan bahwa perbaikan akan segera dilakukan mengingat fungsi utama tanggul adalah menahan luapan air agar tidak menggenangi pemakaman, musholla, kebun warga, serta jalan lintas desa.
“Pembangunan tanggul ini bukan berdasarkan keinginan pribadi saya, tetapi atas usulan masyarakat. Sebelum ada tanggul, air sering meluap hingga ke pemakaman, musholla, dan kebun warga. Alhamdulillah, sekarang air sudah tertahan,” katanya.
Sebagai putra asli daerah, Taslim menegaskan komitmennya untuk membangun desa dengan program yang bermanfaat bagi masyarakat. “Saya tidak mungkin menciptakan program yang tidak sesuai skala prioritas. Niat saya hanya ingin memajukan kampung halaman,” tambahnya.
Taslim juga menanggapi pemberitaan media yang menyoroti pembangunan tanggul di desanya. Ia menganggap kritik dari media sebagai bentuk kontrol sosial yang positif.
“Bagi saya, ini adalah bagian dari pengawasan yang justru membantu kami agar tidak keliru dalam melaksanakan program. Jika ada kekurangan, itu menjadi bahan evaluasi bagi kami ke depan,” ungkapnya.
Ia juga menyatakan bahwa kritik melalui pemberitaan menjadi motivasi bagi dirinya untuk lebih optimal dalam menjalankan tugasnya. “Apalagi anggaran yang kami kelola adalah uang rakyat, sehingga harus dipertanggungjawabkan sekecil apa pun,” tandasnya. (Den/*)