Kualatungkal, Hajarnews.com – Proyek pembangunan jalan aspal yang menggunakan anggaran negara kembali menuai kritik. Jalan di RT 14 Desa Pembengis, tepat di samping kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjung Jabung Barat, ditemukan sudah mengalami kerusakan meskipun baru selesai dibangun beberapa waktu lalu.
Keluhan ini disampaikan oleh warga yang prihatin dengan kondisi jalan. Menurut mereka, badan jalan aspal terlihat turun dan berlubang, yang dikhawatirkan akan semakin parah jika tidak segera diperbaiki.
“Kondisi ini sangat mengecewakan. Baru saja selesai dibangun, tetapi sudah rusak. Kalau tidak segera ditangani, kerusakannya bisa bertambah parah,” ujar seorang warga setempat, Senin (13/01/25).
Hal mencurigakan lainnya adalah tidak adanya papan informasi proyek di lokasi. Tidak diketahui dengan jelas siapa pelaksana proyek, sektor dinas yang bertanggung jawab, serta sumber dana yang digunakan. Ketidaktransparanan ini menimbulkan kecurigaan di kalangan masyarakat.
Warga menduga kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh pengerjaan yang tidak sesuai standar teknis. Mutu dan kualitas proyek diragukan, sehingga jalan aspal tidak mampu bertahan lama.
“Proyek ini sepertinya dikerjakan asal jadi. Kami mendesak pemerintah daerah segera mengambil tindakan dan mengusut penyimpangan yang mungkin terjadi,” tambah warga lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan tersebut dan memastikan perbaikan dilakukan dengan mutu yang lebih baik. Mereka juga menuntut transparansi dari pihak terkait untuk menjelaskan siapa yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) maupun dinas terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi jalan yang rusak.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat dalam pelaksanaan proyek infrastruktur publik. Uang negara yang digunakan untuk pembangunan harus memberikan manfaat maksimal, bukan menjadi beban bagi masyarakat akibat hasil kerja yang tidak berkualitas. (Den/)