Proyek Jalan Parit IV Sungai Saren-Sialang Dituding Asal Jadi, Warga Temukan Pengecoran Tanpa Rangka Besi

Kualatungkal, Hajarnews.com – Pengerjaan proyek peningkatan jalan Parit IV Sungai Saren menuju Desa Teluk Sialang, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang berasal dari anggaran APBD-P 2024 dan menelan biaya puluhan miliar rupiah ini diduga minim pengawasan sehingga dikerjakan dengan kualitas yang meragukan.

Salah satu warga setempat menyatakan, beberapa bagian jalan yang dicor tidak menggunakan rangka besi sebagai penguat, Selasa 14/01). Hal ini terungkap saat warga melihat langsung proses penurunan cor beton dari truk molen di lokasi proyek.

Bacaan Lainnya

“Saat itu, saya melihat sendiri bagian lantai kerja tidak ada rangka besi yang dipasang. Saya tanya pekerja di lokasi, tapi tidak ditanggapi,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga juga mengaku memiliki bukti berupa foto yang menunjukkan bagian jalan tertentu dikerjakan tanpa rangka besi. Lebih mengkhawatirkan lagi, jalan yang baru saja dicor telah menimbulkan retakan, mengindikasikan pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Proyek ini berada di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanjab Barat. Namun, dugaan pengerjaan asal-asalan ini menunjukkan lemahnya pengawasan dari pihak terkait. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas PUPR Tanjab Barat belum memberikan tanggapan meskipun sudah dihubungi untuk konfirmasi.

Warga khawatir jika pengerjaan proyek ini dibiarkan tanpa tindakan tegas, hasilnya tidak akan bertahan lama dan hanya akan merugikan masyarakat yang mengandalkan akses jalan tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Masyarakat mendesak pihak berwenang, termasuk Dinas PUPR dan pemerintah daerah, untuk segera mengambil tindakan terhadap pemborong yang diduga lalai dalam menjalankan proyek ini. Pengawasan yang lebih ketat diperlukan agar proyek yang dibiayai dengan uang rakyat ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Pihak media akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menunggu tanggapan dari pihak terkait. (Den/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *