Tanjab Barat, Hajarnews.com – Masyarakat dari Enam desa dan Satu kelurahan di Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Provinsi Jambi, dikabarkan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran terhadap PT Bukit Kausar pada Rabu (5/02). Mereka menuntut perusahaan agar segera merealisasikan kewajiban Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) sebesar 20% sebagaimana diatur dalam Permentan No. 18 Tahun 2021.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perusahaan perkebunan plat merah yang beroperasi di Kecamatan Renah Mendaluh ini diduga belum merealisasikan pembangunan kebun masyarakat sesuai ketentuan.
Menanggapi rencana aksi ini, Kepala Dinas Perkebunan Tanjab Barat, Ridwan, membenarkan bahwa masyarakat telah beberapa kali menyampaikan tuntutan mereka.
“Berdasarkan data kami, izin usaha perkebunan (IUP) PT Bukit Kausar terbit pada tahun 2016 dengan luas sekitar 5.000 hektare. Sesuai regulasi, perusahaan wajib mengalokasikan 20% dari luas tersebut, atau sekitar 1.000 hektare, untuk pembangunan kebun masyarakat,” jelas Ridwan.
Dinas Perkebunan telah beberapa kali menggelar pertemuan dengan pihak perusahaan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Namun hingga kini belum ada progres yang jelas. Bahkan, upaya sosialisasi dan pembentukan Tim 9 di masing-masing desa pun belum membuahkan hasil konkret.
Menurut Ridwan, PT Bukit Kausar seharusnya segera mengajukan surat kepada Dinas Perkebunan Provinsi Jambi untuk pembentukan Tim Penghitungan Nilai Optimum. Tim ini bertugas menentukan standar pembiayaan yang diperlukan untuk pembangunan kebun masyarakat.
“Kami harap perusahaan segera mengambil langkah konkret agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Jangan sampai menunggu eskalasi konflik dengan masyarakat,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Bukit Kausar belum memberikan tanggapan terkait tuntutan masyarakat maupun rencana aksi unjuk rasa.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat menegaskan komitmennya untuk mengawal kewajiban FPKM agar bisa berjalan sebagaimana mestinya, seperti yang telah diterapkan oleh perusahaan lain di daerah tersebut.
Masyarakat berharap aksi demo besok bisa menjadi momentum bagi PT Bukit Kausar untuk segera memenuhi kewajibannya. Jika tidak, mereka mengancam akan terus melakukan aksi hingga tuntutan direalisasikan. (Dn/*)