Tanjab Barat, Hajarnews.com – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Samsul Jauhari, terkesan irit bicara saat ditemui awak media usai menghadiri panggilan dari anggota Komisi III DPRD Tanjabbar. Pemanggilan ini terkait dengan persoalan proyek Fender Kapal Roro dan dugaan aliran dana ganti rugi dari pihak agen kapal pada tahun 2023 lalu.
Samsul Jauhari dimintai keterangan mengenai kronologi pelaksanaan proyek tersebut serta penggunaan dana yang menjadi sorotan. Namun, setelah keluar dari ruang rapat di Gedung DPRD Tanjabbar pada Senin (10/06), ia enggan memberikan penjelasan lebih rinci kepada awak media.
“Diminta keterangan saja, untuk lebih jelas tanya sama Ketua Komisi III saja. Sudah saya jelaskan tadi dalam rapat,” ujar Samsul Jauhari singkat.
Sikap irit bicara Samsul ini menimbulkan tanda tanya di kalangan media dan publik. Sebab, proyek Fender Kapal Roro serta aliran dana ganti rugi dari pihak agen kapal sebelumnya telah menjadi sorotan dan menuai berbagai spekulasi.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Tanjab Barat yang hadir dalam rapat belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pertemuan dengan Samsul Jauhari. Dugaan adanya aliran dana yang tidak transparan dalam proyek ini masih menjadi pertanyaan besar bagi publik.
Sejumlah pihak berharap DPRD Tanjab Barat dapat menggali informasi lebih dalam untuk mengungkap kejelasan kasus ini. Publik menunggu hasil investigasi lebih lanjut demi keterbukaan informasi dan transparansi pengelolaan anggaran daerah. (*)